5 Random Facts About Me


Selama 9 tahun ngeblog, saya baru sekali membagikan fakta tentang saya itu sekali, di blogpost "20 Facts About Me". Kalau dipikir pikir blog saya itu masih spills too much about me. Yaiyalah waktu sekolah kamu kan update nya kehidupan kamu mulu *ngomong sendiri mode on*. Tapi karena di challenge ini ada salah satu tema tentang membahas fakta sendiri, ya let's spill it sebelum menjadi sok sok misterius di blogpost berikutnya ya.

1. Orang Jawa Kelahiran Bekasi


Yes, I am. Saya adalah seorang gadis kelahiran Bekasi. Tapi ketika ditanya "kamu orang mana?" saya akan jawab "orang jawa". Lah kok bisa? Iya saya juga bingung sih kenapa harus jawab orang jawa, apa karena biar menyanjung orang kalau tebakan mereka benar. Muka dan perilaku saya kelihatan jawa banget sepertinya. 

Tapi dibalik itu semua, saya punya orang tua yang memang keduanya berasal dari jawa. Ibu saya lahir di Kebumen dan Ayah saya adalah kelahiran Wonogiri. Karena darah kental jawa dari kedua orang tua, saya dengan percaya diri menjawab "orang jawa". Lalu apakah saya bisa bahasa jawa? Bisa, bisa paham tapi nggak bisa ngomong. Ini karena sehari-hari saya sering dengar percakapan mama yang kadang pakai bahasa jawa, kalau marah-marah juga kadang pakai bahasa jawa. 

2. Anak Pertama Dari 2 Bersaudara



Ya, saya adalah anak pertama dari 2 bersaudara. Saya memiliki satu adik laki laki dan kami memiliki jarak 5 tahun. Tidak ada yang spesial dari fakta ini sebenarnya. Saya dan adik saya bertingkah layaknya seperti kakak-adik pada umumnya. Kami masih sering bertengkar karena hal sepele, kami masih suka sama sensi satu sama lain, kami juga masih suka saling meledek dan adik saya menjadi saksi bisu kegilaan saya saat berjoget sendiri tanpa lagu.

Adik saya pecinta anime dan suka update berita gadget. Kita punya kesamaan dalam hobi, bedanya saya lebih suka hal hal berbau Korea sementara adik saya menyukai hal-hal berbau Jepang. Kami sama sama sering menghabiskan waktu di depan layar hanya untuk menonton film, saya lebih sering nonton drama dan adik saya nonton anime series. Bahkan mama suka bingung dengan pembahasan kita berdua kalau berbicara tentang film. 

3. Selalu Memakai Jam Tangan Di Lengan Kiri

Pertama kali saya mendapat hadiah jam tangan dari mama saat berumur 9/10 tahun, sekitar kelas 3/4 SD. Waktu itu saya belum banyak mengerti tentang fungsi jam tangan itu sendiri, saya hanya menganggapnya sebagai penghias pergelangan tangan saya. Tapi siapa sangka bahwa kebiasaan ini terus terbawa sampai saya berusia 23 tahun. Dan sampai detik ini, saya masih menggunakan jam tangan pemberian dari mama di lengan kiri saya.

Dulu waktu masih sekolah saya terhitung sering mengganti jam tangan saya karena kebiasaan dibawa sampai mandi. Iya, dibawa mandi sampai dibawa tidur juga masih pakai jam tangannya. Baru deh, jam tangan yang saya pakai sekarang ini cukup awet, sudah sejak kuliah.

Alasan saya memakainya juga tidak tahu, kenapa saya lebih memilih memakai di lengkan kiri. Tapi menurut saya sih karena lebih nyaman dan tidak mengganggu saya ketika menulis. Ternyata saat dicoba di lengan kanan, saya tidak merasa nyaman. Belum lagi posisi saya yang menggunakan jam tangan dibalik.

4. Seorang Ambivert Yang Tidak Ambisius

Jika ditanya apakah saya seorang introvert dan ekstrovert, saya akan menjawab "introvert". Karena pada kenyataan nya, hasil test saya berdasarkan 16personalities, sebuah personality test yang dibuat oleh Myers Briggs, menyatakan bahwa saya termasuk dalam personality "INFJ". Beberapa kali test karena tidak percaya, hasilnya tetap sama. Tapi yang membuat saya sedikit berpikir bahwa berapa persen introvert yang saya miliki.


You see the different? Only 1% between introvert and extrovert. Sebenarnya lucu untuk memahami diri sendiri hanya berdasarkan personality test semata. Julukan ambivert untuk saya juga saya nilai sendiri karena terkadang saat saya senang menyediri, disaat itu juga saya merindukan sisi dimana saya bertemu orang-orang dan bertukar pikiran.

Makanya untuk menilai saya seorang ambivert, saya bukanlah seorang ambisius. Lagipula, sejak kapan seorang ambivert disebut orang yang ambisius *kemudian ngomong sendiri*

5. Bukan Pecinta Drama Korea 

Dari dulu, saya selalu dijadikan referensi teman teman dalam menonton drama korea karena sesering itu saya nonton drama. Tapi tahukah kamu wahai teman teman yang suka nanya sama saya? Saya lebih menyukai drama dengan ending yang nggak biasa, nggak ketebak, apalagi kalau plot twistnya ditaruh sampai akhir. Maka dari itu saya suka bingung sendiri untuk merekomendasikan drama bertema romantis. Jujur bukan selera saya banget, apalagi kalau jalan cerita mulai klise, yang menjamin pemeran utama pria dan wanita bakal hidup bersama. Well, saya mengundurkan diri untuk menjadi penonton nya.

Menurut saya, nggak banyak drama romantis yang membuat saya puas, belum lagi sekarang ini saya mulai mengurangi nonton drama korea, makin memilih cerita yang ditonton, dan lebih memilih acara variety show yang menurut saya lebih humoris.

Tapi tenang saja, saya masih akan menonton drama korea kalau di masa depan akan ada drama dengan jalan cerita tidak biasa. Tahun ini saya sudah naksir sama Misty, rekomendasi drama misteri dengan plot twist bikin mikir sampai akhir. So far masih nyaman sama drama itu. Mungkin ada teman-teman yang bisa merekomendasikan saya drama korea bertema tidak biasa?

4 comments

  1. Wah sama nih mbak bapak saya juga kelahiran wonogiri hehe
    Salam kenal 😉

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenal juga mbak. Wah jangan jangan bapak kita satu kampung :)

      Delete
  2. Salam kenal :p
    Haha, ternyata ada cwe yg bukan pecinta drakor hmm #yakin?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenal juga mas. Saya sendiri juga gak yakin, lebih sebatas suka daripada cinta drakor sih, hahaha :)

      Delete