Why I Started Blogging


Sebelum memutuskan mengikuti challenge dari BPN, saya sudah berencana untuk update tulisan baru. Tulisan tersebut sebagai tanda saya akan mencoba kembali untuk rutin menulis. Apalagi dengan perubahan yang signifikan pada domain saya, saya harus bertekad untuk menaikkan pageviews blog ini. Sehingga salah satu usaha yang saya lakukan yaitu dengan mengikuti challenge yang diadakan oleh BPN. Jadi, mari kita coba!

Baca tulisan baru saya: Life Update #08

Kembali pada judul hari ini, saya akan bercerita alasan mengapa saya menulis blog. Akan ada 2 versi jawaban yang ingin saya ceritakan. Pertama, kembali pada November 2009, waktu itu saya hanya berumur 15 tahun, belum punya komputer sendiri, satu-satunya cara untuk berselancar di internet dengan pergi ke warnet. Saya biasanya bisa menghabiskan waktu lebih dari 3 jam, mostly untuk bermain social media. Friendster dan Facebook lagi booming waktu itu. Tapi karena rasa penasaran ini, saya mencoba platform lainnya seperti msn, myspace, plurk, dan juga blogspot. Informasi mengenai platform tersebut juga saya dapatkan dari seorang kolega yang memang sering membagikan link link tersebut. Saya yang masih penasaran, mencoba platform tersebut, blogspot adalah satu-satunya hal yang saya pahami dari semua unfamiliar brand tersebut.

Seingat saya, saya sudah beberapa kali menulis selama tahun 2009 sampai 2010 (sebelum lulus SMP), namun karena saya menyadari banyaknya tulisan typo dan sok gaul lainnya, saya hapus dan menggantinya dengan yang baru, ditambah lagi karena saya baru saja memulai kehidupan sebagai siswi bersegaram putih abu-abu, jadilah isi konten semasa itu adalah keseharian saya, yang kini saya beri label online journal.

Seiring berjalannya waktu, saya pun menyadari bahwa tak banyak viewers yang membaca tulisan saya, walaupun niat awalnya bukan untuk dibaca karena tadi kan saya Cuma mau bikin “online journal”. Terutama sejak saya mulai berkuliah di tahun 2013, 2014, dan 2015 adalah waktu waktu dilema saya, apakah harus melanjutkan blog ini atau tidak. Bahkan waktu itu saya sudah membuat akun blog baru dimana nantinya saya mencoba bangun personal brand saya disana. Namun, lagi, saya gagal, dan tak ingin meninggalkan akun ini. Sehingga pada tahun 2015, saya mencoba untuk melakukan re-branding dengan menulis “A New Journey” dimana saya mencoba untuk menulis dalam bahasa inggris dan menulis tips-tips untuk para twenties. Hanya bertahan 6 bulan, saya kembali menulis seperti sebelumnya.

Sesungguhnya masih banyak konten yang harus saya perbaiki untuk menyesuaikan dengan brand yang ingin saya bangun, saya juga belum menemukan niche untuk blog saya sendiri. Dan saya merasa masih memiliki ilmu blogging yang nggak banyak, tapi dengan saya bercerita dan mengungkapkan niat saya dalam blog post ini, akan menjadi acuan untuk saya sendiri dalam menulis.

Sekaligus menjelaskan jawaban versi kedua saya, versi Anita berumur 23 tahun yang saat ini masih berusaha mencari passion sesuai minatnya. Ingin membangun sebuah personal brand tentang dirinya sendiri. Selain itu beberapa hal yang ingin saya capai dengan blogging.

Self-Healing
Percaya atau tidak, menulis adalah self-healing untuk saya. Menulis adalah hal paling saya sukai sejak kecil, sejak menulis diary waktu SD atau setelah menulis cerita mendekati sebuah novel pada umur 14 tahun (yang masih saya keep karena tulisan ini masih tulisan remaja banget). Dikala marah-marah atau menyalahkan orang lain tidak menyelesaikan masalah, menulis adalah bentuk pelampiasan yang selama ini saya lakukan. Apalagi saya emang tipe-nya yang mudah terpancing emosi.

Good Habit 
Sambil menulis, saya ingin menciptakan good habit untuk saya sendiri mengingat kebiasaan saya saat menjadi “procrastinator” sangat merusak rencana sehari-hari saya. Sebelumnya, pada tahun 2015 adalah masa transisi saya semenjak mengenal journaling. Disaat itu, saya berpikir apakah journaling menjadi passion saya karena masih satu saudara dengan menulis. Kemudian saya bergabung dengan “Planner Addict Indonesia” dimana saya menemukan orang-orang dengan passion serupa. Saat itu saya sebisa mungkin berusaha untuk memanfaatkan menulis sebagai ajang “good habit” yang ingin saya bangun. 

Personal Branding 
Terakhir, ini mungkin jadi alasan utama saya menulis, personal branding. Sejak belajar komunikasi, saya paham benar bahwa branding akan membangun image seseorang atau bahkan sebuah perusahaan. Walaupun belum dalam ranah yang serius karena masih banyak step yang skip. Saya berniat dengan blog sebagai platform saya sendiri untuk membangun image tersebut. Ya, tahap ini pun masih rencana, jadi mohon doanya agar lancar, update blog post-nya. 

Buat saya, blog adalah media yang selama ini selalu saya idam-idamkan untuk saya penuhi dengan ambisi saya. Sementara Blogger Perempuan adalah salah satu tahap dimana saya mulai mencoba untuk serius setelah 9 tahun memiliki sebuah akun blog, setelah 9 tahun meminjam domain blogspot, setelah 9 tahun mencoba menjadi seorang perfeksionis. Kali ini, ditulisan ini, saya berniat untuk menjadi lebih baik dan lebih apa adanya. Saya pun berharap dengan mengikuti challenge ini, saya akan terus melanjutkan tujuan saya menulis ini.

image credit: Photo by bruce mars from Pexels

2 comments

  1. Wah keren sih mbak udah mulai blogging dari tahun 2009. Saya udah lama pengen bikin blog tapi maju mundur coba banyak platform dan sekarang bisa bertahan sampai 2 taun lamanya itu sesuatu banget :) semangat terus nulisnya, btw salam kenal yaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya alhamdulilah mbak karena penasaran waktu 2009 dulu, tapi sayang nggak pernah rutin ngepost. Mbak galih juga nggak kalah rutin berani coba banyak platform dan bisa bertahan 2 tahun. Ayo mbak semangat juga nulisnya. Salam kenal juga, makasih sudah mau mampir

      Delete