Things Which Bring Back My Childhood Memories


Sebenarnya banyak episode yang ingin saya bagikan jika berbicara tentang masa kecil. Sedangkan menurut saya pribadi, kenangan masa kecil itu saat saya masih balita hingga sekolah dasar. Kalau kata mama, saya pernah mainin air dispenser sampai tumpah tumpah waktu kejadian 1998, atau hampir menyolder telinga om saya sendiri karena penasaran dengan solder. Saya tidak ingat, tapi beberapa hal berikut mengingatkan saya dengan beberapa episode waktu saya kecil.


TAMAGOCHI
Waktu saya punya mainan ini, saya ingat beli di om saya yang memang punya usaha toko mainan waktu itu. Sebelumnya, saya memiliki tamagochi berbentuk telur seperti teman-teman lainnya sebelum membeli yang baru dan berbentuk karakter hello kitty dengan dress warna biru dan pita rambutnya yang berwarna pink. Peliharaan virtual berdimensi 2D memang lagi booming waktu itu, kalau tidak salah waktu saya duduk di bangku sekolah dasar. Sebenarnya saya tidak terlalu ingat bagaimana memainkannya selain memberi makan dan menidurkannya. Kadang kalau sudah tidur dan dia tidak ingin dibangunkan, akan saya reset ulang. Such a pleasure memory to have karena design karakternya yang girly (walaupun hello kitty) and it's one of my favorite childhood toy.


PETUALANGAN SHERINA
Wanita usia 20-an pasti hafal banget dialog-dialog film ini, termasuk saya. Petualangan sherina adalah salah satu film terbaik yang paling memorable waktu saya kecil. Tak nonton di bioskop, bapak dan mama membelikannya langsung untuk hiburan di rumah (Bapak dan Mama saya adalah pedagang kaset dan cd di tahun 90an). Pas saya punya vcd film-nya, mungkin hampir tiap hari saya putar setelah pulang sekolah. Yang paling lucu adalah ketika saya bermain dengan teman-teman di rumah, kita bermain ala film tersebut, saya bahkan punya tas pikachu berisi tali dan bekal permen coklat seperti sherina. Ah, jangan lupakan hansaplast karakter milik sherina yang digunakan sebagai petunjuk oleh ayahnya.

NOKIA 3310
Ah, I thinks it's the only bad thing that I remember during my childhood. Kejadiannya waktu kelas 4 SD. Waktu itu Nokia 3310 adalah handphone bapak. Saya bawa waktu itu ke sekolah, soalnya saya kan selalu diantar jemput mama, dan waktu itu saya beralasan biar gampang nelpon mama seandainya saya sudah selesai belajarnya. Hari itu juga pertama kalinya saya bawa handphone ke sekolah, walaupun membawa handphone itu dilarang (itu sekitar tahun 2004 jadi bisa kalian bayangkan ya anak SD bawa handphone tuh bahaya). Saya pun bilang ke teman sebangku saya, yang ini kaya niat mau pamer deh (jangan ditiru ya). Dia pegang dong, eh wali kelas saya masuk. Habis itu? Handphone nya saya masukin lagi dong ke tas. Pas jam istirahat, saya baru sadar kalau ternyata teman saya malah matiin handphone saya. Saya? Panik lah! Karena saya tahu untuk bisa nyalain si handphone, saya butuh pin. Masalahnya, saya nggak tahu pin-nya. 1 kali, nggak bisa, 2 kali, nggak bisa, 3 kali? Gagal juga. Akhirnya diminta nomor PUK. Saya? Nangis lah.

image credit: Photo by Maxime Bhm on Unsplash

No comments