Bicara Soal Politik dan Prostitusi

Photo by Element5 Digital from Pexels


Karena masih hangat untuk membicarakan kedua topik tersebut, kenapa tidak coba menulis nya?

Disclaimer: ini adalah tulisan untuk meluapkan opini saya sebagai makhluk sosial yang berhak mengutarakan pendapat. Kritik dan saran tentu saja akan saya terima dengan tangan terbuka. Penyataan offensive akan saya hapus seketika. 

Saya bukan followers politik yang paham secara mendalam, tapi menonton debat pilpres semalam bisa menjadi sedikit pencerahan apalagi saya nanti juga akan menyumbangkan suara untuk salah satu pasangan. Jadi ya, kenapa nggak?

Harus saya akui, saya sudah menentukan pilihan dengan mantap akan memilih siapa. Tapi debat semalam sempat membuat saya ragu apakah nantinya akan menjatuhkan pilihan saya ke pasangan tersebut atau tidak. Sejujurnya, saya kurang puas dengan debat semalam. Ya mungkin karena masih pertama juga kali ya, but I found some fun fact for me, personally. Lumayan untuk jokes receh. Halah.

Belum lagi, saya ini tipikal pendengar pendapat orang, jadilah setelah debat pilpres, browsing lah saya ke artikel-artikel berita. Komentar nya sangat bervariatif, tinggal disesuaikan saja sama selera masing-masing.

Terkait dengan visi dan misi serta program kedua paslon terkait tema yang dibicarakan malam itu: Hukum, HAM, Korupsi, dan Terorisme. Saya nggak mau jelasin keseluruhannya karena pasti banyak yang lebih paham dari pada saya, saya pun masih tergolong awam, tapi dengan nonton debat tersebut, jadi lebih terbuka dan cari fakta-fakta sendiri soal permasalahan yang diangkat.

Kedua paslon bisa dibilang menang dalam kategori tertentu, tapi tidak lepas dengan kekurangan yang kalau dibahas dari A sampai Z itu nggak habis habis. Mostly banyak yang bilang Jokowi lebih mendominasi untuk paslon nomor 01, karena saya akui bapak wakil tak banyak bicara. Sedangkan Prabowo, saya tidak mengerti maksud dia bicara, tapi tentramnya gaya Sandiaga Uno sukses menutupi sedikit kekurangan pasangannya. So? Gimana kalau kolaborasi aja? *Ngaco*

*come on tulisan ini tidak ingin saya buat untuk bias terhadap suatu pasangan*

The whole point yang ingin saya sampaikan, semoga kekurangan debat semalam bisa jadi cermin baru untuk kedua pasangan untuk berkaca dan bepikir untuk bagaimana menjelaskan program dengan sederhana dan tanpa basa-basi sehingga masyarakat akan lebih antusias mendengar celotehan mereka. Habis hari ini, saya nggak menemukan banyak orang yang bahas mendalam soal debat pilpres. Adapun balik lagi, kepada dukungan atas judgement pada periode sebelumnya, bukan tentang tema yang diangkat.

Pembahasan yang kedua

Prostitusi.

Ini juga lagi hangat-hangatnya karena seorang public figure ditetapkan sebagai tersangka prostitusi online. Bukan dari sisi gosip artisnya, let's talk about prostitusinya sendiri. Merujuk dari video yang baru saja saya tonton beberapa hari lalu, saya pun berpikir sendiri, soal prostitusi yang terjadi di Indonesia.

Prostitusi di Indonesia dianggap sebagai salah satu kejahatan atau bisa dibilang tindak kriminal. Prostitusi sendiri memang termasuk hal yang dilarang dalam Islam dan personally, prostitusi adalah hal yang tidak boleh dilakukan. Masalahnya, di Indonesia, prostitusi yang terjadi bukan masalah sebagai tindak kriminal, tapi para pelaku nya sendiri yang ternyata, masih dibawah umur.

UNICEF memperkirakan bahwa setidaknya 30 persen pekerja seks komersil wanita di Indonesia berumur kurang dari 18 tahun. Alasan utama kebanyakan para pekerja memilih bekerja di industri ini untuk mendapat uang secara cepat dan instan. Alasan lainnya seperti penipuan untuk dapat bekerja di kota-kota besar, yang korbannya kebanyakan adalah perempuan muda dari daerah. Bahkan sering pula terjadi orang tua menawarkan anak perempuannya kepada mucikari untuk dipekerjakan sebagai pekerja seks.

Saya nggak habis pikir sama alasan-alasan lainnya, terutama karena masalah ekonomi yang berkaitan dengan alasan-alasan tadi, gaya hidup, jadi sandwich generation karena tulang punggung keluarga, bahkan kasus penipuan. Masalahnya lagi, korban adalah perempuan dibawah 18 tahun, dan perlu digaris bawahi, mereka menjadi pelaku prostitusi.

Masih nggak ngerti sama hukum yang terjadi, tapi saya sungguh penasaran sama sikap pemerintah lebih lanjut soal masalah ini, apakah akan tetap seperti itu, apakah angka 30 persen itu akan bertambah atau justru malah berkurang. I really wish for the best. Karena saya pun bingung mau mencurahkan solusi yang seperti apa. Berpikir tentang penyuluhan ilmu tidak serta mencabut permasalahan utama, kembali ke kemiskinan.

Untuk cerita soal public figure, please don't judge them apalagi meninggalkan komentar jahat, kita nggak pernah tahu apa, kenapa, bagaimana itu terjadi dan menilai atas apa yang dilihat nggak 100 persen.

Btw ini referensi videonya, jadi saya habis nonton video nya Gitasav dan langsung ikutan mikir bagaimana kalau di Indonesia, dengan perbandingan Jerman yang emang sudah jauh berbeda dari menanggapi kata "prostitusi".



No comments