Weekly Journal 001


Seperti yang sudah saya rencanakan tahun lalu, saya berusaha untuk menulis minimal satu kali dalam seminggu. Keinginan ini sebenarnya bahkan sudah saya rencanakan sejak 2015, entah kenapa realisasi nya baru dimulai tahun ini. Jangan ditiru ya.

Inspirasi saya menulis weekly journal saat nggak sengaja jalan jalan atau istilahnya, blogwalking, di blog alodita dan fallaadinda yang memberi nomor pada judul blog post-nya. Setelah itu jadi ingin coba juga dengan deadline 1 minggu 1 blogpost. Tapi ternyata nggak hanya itu aja alasan saya memutuskan untuk membuat weekly journal setiap minggu. Kalau bisa, rencana menulis weekly journal ini akan menjadi weekly report setelah membaca headline news google.

Karena masih rencana, saya kesal sendiri karena nggak sesuai ekspetasi. It's okay, manusiawi. Tahu nggak kenapa? Minggu lalu, tepatnya sehari setelah tahun baru, hari kamis, saya memutuskan untuk membaca lagi novel karangan Clio Freya, salah satu penulis favorit saya, yang sepertinya, karyanya, underrated. Padahal, menurut saya, jalan cerita sangat super super menguras emosi jiwa dan raga saya sebagai pembaca. Belum lagi penantian buku berikutnya yang memakan waktu bertahun tahun.

Saya ingat pertama membeli buku pertamanya di tahun 2009, tepatnya saat saya yang berada di tahun terakhir sekolah menengah pertama. Waktu hobi menulis dan membaca saya baru dimulai, makanya saya berambisi untuk menulis sebuah cerita dengan membaca novel sebanyak-banyaknya, bentuk karya fiksi yang paling saya sukai, dibanding komik. Saya menemukan buku pertama Clio Freya yang berjudul "Eiffel, Tolong!" di rak buku bertema teenlit, yes, buku pertamanya, masuk kategori teenlit. Padahal waktu saya baca pertama kali, saya hampir menyerah karena tulisannya terlalu kecil untuk ukuran novel teenlit, dibanding buku-buku yang pernah saya baca tentunya. Untungnya saya tetap lanjutkan dan tersenyum puas hingga halaman terakhir. Karena, puas banget sama jalan ceritanya.

Novel pertamanya ini sukses membuat saya berusaha menghipnotis beberapa teman saya, yang kala itu bosan dengan waktu luang setelah ujian. Of course, it works. Mereka nggak kalah terkesima dengan jalan cerita yang ditawarkan oleh Clio Freya.

Buku kedua ternyata jaraknya tidak terlalu lama dengan yang pertama, setahun. Tentu saja, buku kedua lebih membuat saya cenat cenut emosi dengan segala bayangan yang dibuat oleh Clio Freya antara karakter utama wanita, dengan karakter utama pria, di buku sebelumnya. Fix aku kesel bukan main, eh, gregetan, dengan beberapa bab, hampir sama di buku pertama. Tapi ending sukses menampik saya dan dengan sabar menantikan buku berikutnya.

Terakhir, buku ketiga yang ternyata, masih belum berakhir dong petualangan si karakter wanita utama yang akhirnya bergabung menjadi agent rahasia *spoiler alert*. Wah ini, setelah saya baca lagi, saya beneran kesal setengah mati sama sikap Fay *spoiler alert* yang bertingkah seperti gadis berumur 18 tahun pada umurnya. Mengingat buku pertama ini kan termasuk novel teenlit, jadi bisa dibayangkan karakter Fay yang sebenarnya, melebihi kenormalan anak remaja pada umumnya. Ku sungguh naksir dengan jalan cerita yang sangat tidak biasa ini. Fyi, saya butuh waktu 4 tahun, selisih waktu terbit antara buku kedua dan ketiga. Huh, bagaimana saya tidak sabar, setiap kali ke toko buku dan pergi ke komputer, pasti saya langsung searching nama Clio Freya, berharap buku barunya sudah terbit.

Nah, tiba tiba banget, akhir tahun, saya melihat bahwa instagram Clio Freya update story, membahas buku ke-empat, yang rencananya, akan terbit pada Agustus 2019. *clapping mode on*

Buku ketiga dan keempat juga kembali berjarak 4/5 tahun, kurang sabar apalagi saya menantinya. Tentu saja semakin berekspetasi dengan kegilaan keluarga McGallaghan *spoiler alert* dan Fay yang kuharap, akan berkahir dengan karakter kesukaan ku *shipper mode on*. Oh my god kalau sampai penulis-nya baca tulisan saya ini, beneran deh kayanya bakal terlaksana 52 Challenge Weekly Journal ini, berharap saja.

Btw, kalau kalian penasaran, mungkin bisa baca referensi di review saya berikutnya tentang buku-buku Clio Freya. Mungkin akan saya gabung atau saya tulis secara terpisah, masih belum terpikir. Tapi karena 4 hari berturut-turut saya menghabiskan waktu untuk membaca ulang buku-buku tersebut, jadilah saya antusias untuk menceritakan novel fiksi ini. Tipikal audience pada umumnya *mode on*

Mungkin kalian bisa baca sinopsis-nya dulu.

Buku pertama: Eiffel, Tolong!

Buku kedua: From Paris To Eternity

Buku ketiga: Traces Of Love

Buku keempat: Coming Soon!

How about you, pals? Mungkin kedepannya ada juga beberapa pemikiran yang ingin saya bagikan lewat journal ini.

Comments