Bergabung di Komunitas 1 Minggu 1 Cerita

image credit: Photo by Ian Schneider on Unsplash

Ada beberapa pertimbangan hingga saya memutuskan untuk bergabung dalam sebuah komunitas blogger, lagi. Setelah sebelumnya saya bergabung di komunitas blogger perempuan tahun lalu. So here I am telling the story.

Setelah kembali memotivasi diri untuk kembali menulis, saya mencoba bergabung di komunitas blogger, yang ternyata, banyak jenisnya, dari goals, visi dan misi, serta niche blog itu sendiri. Tujuan saya sebenarnya satu, rajin menulis dulu. Syukur syukur rencana yang sudah dibuat dilaksanakan dengan rapi tanpa ditunda-tunda. Ya walaupun, masih setengah-setengah (sampai saya menulis ini).

Akhirnya minggu ini pun saya putuskan untuk bergabung di satu komunitas lagi bernama 1 Minggu 1 Cerita. Saya mengetahui komunitas ini dari blog ewafebri, yang jadi favorit saya selama beberapa bulan terakhir. Karena saya sering banget berkunjung ke blog mba evva, otomatis saya hafal banget sama logo 1 Minggu 1 Cerita yang emang berderet dengan logo blogger perempuan. Walaupun sampai saat ini saya nggak aktif di blogger perempuan, setidaknya, di komunitas ini saya wajib setor tulisan 1 kali dalam seminggu. Hitung hitung nambah kewajiban lah ya.

Target saya sebenarnya punya jadwal update blog post setiap minggunya, seperti hari minggu yang saya putuskan untuk saya isi dengan weekly journal. Nah, sedangkan untuk 1 Minggu 1 Cerita jadwalnya saya taruh di hari jumat, setelah mengerjakan highlight (yang sedang saya coba tulis setiap hari) di weekday. Sayangnya, minggu ini masih belum berhasil karena topik berita yang, entahlah, kenapa aku malas untuk membicarakan nya.

Jadi di pagi hari, di saat mencoba untuk membaca headline news google, yang muncul minggu ini itu kebanyakan berita yang kurang saya sukai. Jujur, mengikuti perkembangan public figure di tanah air bukan salah satu favoritku. Ya, walaupun ku baca hanya judulnya, tapi kalau mau cerita nggak ada 5W+1H nya kan juga jadi nggak kredibel, informasinya. So, I just skip that.

Oh iya, padahal, kita sebenarnya sudah mulai banyak topik membahas hal-hal berbau politik, yang emang, 2019, adalah tahun pemilu. Well, entahlah, apakah kedepannya saya memberanikan diri untuk membahas topik sensitif ini? Mari kita lihat.

Menutup tulisan ini, saya berharap dapat menyetorkan tulisan baru di minggu berikutnya, doakan ya. Ciao.

Comments