Nulis Aja Dulu

image credit: Photo by Hannah Olinger on Unsplash

Judul kali ini didorong dengan percakapan antara saya dan Paman beberapa hari lalu. Dengan maksud dan tujuan yang sama: memotivasi adik dan sepupu saya (yang memang masih lebih muda daripada saya) untuk memulai.

Karena kalau nggak mulai, kapan lanjutnya?

Terus kepikiran sama interview saya di sebuah digital agency waktu itu. Ketika kamu dikasih pilihan untuk memulai atau menyelesaikan, kamu pilih yang mana?

Sembari ngomongin tahun baru dimana biasanya motivasi di awal tahun lebih menggebu-gebu karena semua dari awal lagi. Tahun baru, awal baru, semangat baru, rencana baru, Coba apalagi yang baru? Nah salah satu rencana baru (yang sebenarnya sudah bertahun-tahun diendapkan) adalah untuk memulai menulis. Sampai kepikiran tagline #NulisAjaDulu

Ini sebenarnya juga karena kepikiran terus sama tagline acara Blogger Perempuan yang saya hadiri tahun lalu. Di goodie bag nya, para peserta yang hadir mendapat sebuah mug lucu desain dari tim Blogger Perempuan. Satu menarik perhatian saya adalah hastags #NulisAjaDulu di mug nya. Terus kepikiran pas nulis ini.

Sama seperti "Mulai Aja Dulu", "Nulis Aja Dulu" jadi reminder saya ketika membuka halaman Home blogspot saya. Kalau diingat ingat tujuan nulis saya dari dulu emang untuk apa sih. Kenapa sih harus menulis? Saya ingat pengalaman pribadi saya waktu masih sekolah dulu. Bikin saya se-passion itu dengan menulis.

Ceritanya SMP. Teman sebangku saya menunjukkan cerita buatannya. Singkat, tapi lumayan ngena di saya. Menghibur, memutar imajinasi saya. Saya yang nggak punya hobi waktu itu langsung kaya...

"WAH!" Apakah menulis seseru itu?

Karena sebelum mengenal menulis, saya selalu punya imajinasi atau sekedar berkhayal akan sesuatu. Tapi nggak pernah terpikirkan untuk menyalurkannya menjadi sebuah karya. Bermula dari ini, saya berhasil menulis sebuah cerita (versi anak SMP pada waktu itu) yang sempat dibaca oleh beberapa teman dekat.

Dari situ mulai deh, selain makin sering nulis, saya juga sering baca-baca novel untuk jadi sumber referensi. Entah kenapa berhenti, saya lebih sering banyak baca dan nonton film pas masuk SMA. Menulis paling hanya sesekali untuk menghilangkan stres, sampai sekarang juga sih. Pokoknya menulis menjadi bagian dalam hidup saya walau skala-nya masih amatiran.

Sambil ngetik ini saya berpikir kalau dulu aja saya bisa nulis banyak hal, kenapa sekarang nggak? Kenapa berhenti? Punya blog kenapa nggak dimanfaatkan saja? Walaupun niat awalnya waktu itu hanya sekedar coba-coba. Nyatanya sayang banget kan sampai 10 tahun masih balik lagi buat mengunjungi dashboard nya. *ngomong sendiri mode on*

Just like magic, sekarang saya sedang mencoba untuk mengucapkan mantra #NulisAjaDulu untuk diri saya sendiri. Sebagai pengingat untuk memulai menulis. Terserah tulisannya tentang apa, ending nya kaya apa. Yang penting nulis.

***

Per tanggal 7 Januari kemarin, saya akhirnya diundang kembali ke grup whatsapp 1minggu1cerita. Setelah minggu lalu tiba-tiba daftar lagi (mengingat tahun baru dan masih masuk sebagai minggu pertama di tahun 2020). Saya disambut (lagi) dengan hangat oleh admin, Kak Anil juga para member. Terus dapat pertanyaan alasan ingin kembali ke 1minggu1cerita. Karena yang dikick ternyata nggak saya doang, terjawablah alasan saya gabung kembali sama member yang juga sudah di kick sebelumnya.

Tapi emang apa sih alasannya? Sesimpel penjelasan di whatsapp, alasan saya karena ingin dimotivasi lagi menulis nya. Saya sadar banget lingkungan adalah salah satu pemicu saya untuk keluar dari zona nyaman. Daripada saya makin leyeh-leyeh, setelah saya dikick, mending gabung lagi sebagai awal rencana saya membuat kebiasaan baru.

Habis baca blogpost ini: The Easiest Way To Stick To New Habits

***

Ah, sama sekalian mau bagi beberapa quote untuk memotivasi nulis

"A professional writer is an amateur who didn't quit" - Richard Bach

"You can always edit a bad page. You can't edit a blank page" - Jodi Picoult


"There is no greater agony than bearing an untold story inside you" - Maya Angelou


"The first draft is just telling yourself the story" - Terry Pratchett


"I believe myself that a good writer doesn't really need to be told anything except to keep at it" - Chinua Achebe 

Comments

  1. iyaa, kadang kita ssering banget menunggu saat yang tepatlah, nunggu mood lah untuk mulai nulis. padahal, ga akan pernah selesai tulisan kalau ngga pernah dimulai, dan jika udah mulai sebenarnya ada aja alasan yang bikin gabisa berhenti. semangat menulis, yaa :D

    ReplyDelete
  2. bener banget. intinya mah mulai aja dulu. toh kadang kalau udah seru nulis, malah kelabasan, gak tau waktu. tau2 kaget sendiri, udah nulis segitu banyak hehe

    ReplyDelete
  3. Wah bagus ini.. Kalau saya punya program namanya Tulis Aja sih mbak. Lumayan sudah cukup banyak tulisannya. :)

    ReplyDelete
  4. Kadang, kalau bicara soal memulai...pertanyaan kapan mulai, itu lebih penting dari bagaimana.

    Semangat nulisnya ya mbak.

    Write with your heart, rewrite with your head.

    ReplyDelete

Post a Comment

Form for Contact Page (Do not remove)