Being A Homebody

image credit: Photo by Nathan Dumlao on Unsplash

Homebody: A person who likes to stay at home, especially one who is perceived as unadventurous

Waktu mendengar istilah "Homebody" itu dari acara program tv yang dibintangi salah satu idol kesukaan gue, waktu itu. Semakin kesini gue semakin berpikir bahwa konsep "homebody" itu gue banget. Dari definisi nya terlihat jelas bahwa homebody itu adalah seseorang yang sangat betah tinggal dirumah.

Gue pun demikian, jiwa berpetualang gue makin menukik kebawah semakin menanjaknya umur gue saat ini. Tapi nggak bisa dipungkiri kebiasaan ini memang gue lakukan sejak dulu, dari masih sekolah. Atau lebih tepatnya, gue memilih untuk menghabiskan waktu seperti itu.

Gue juga yakin banget menjadi seorang "homebody" adalah sebuah pilihan, begitu juga untuk yang berjiwa berpetualang. Gue jujur suka iri sama orang-orang yang punya hobi travelling karena itu berarti kan mereka bakal pergi keluar. Gue ingin, tapi entah kenapa tubuh dan hati ini tidak mendukung pemikiran yang ada di otak gue.

Lucu kenapa tiba-tiba gue ingin membahas ini, sebenarnya pernyataan menjadi seorang "homebody" terpicu karena pernyataan teman tentang orang-orang yang betah dirumah. Emang dirumah bisa ngapain aja? She said. Well sebenarnya menghabiskan waktu itu juga kembali ke manusianya masing-masing kan.

Seperti gue, misalnya, weekend gue sering dihabiskan untuk beres-beres pekerjaan rumah yang nggak bisa gue kerjakan di hari biasa. Me time seperti tidur siang atau menghabiskan wishlist series yang nggak bisa gue tonton itu adalah kemewahan tersendiri. Dan tempat terbaik untuk menghabiskannya ya dirumah.

Kalau gue lagi ingn keluar pun, gue akan keluar, gue menghubungi teman-teman gue, ngajak ketemuan, atau sekedar ke coffee shop untuk melihat lingkungan disekitar gue. That's enough, dan personally, sekedar travel 2 jam buat gue terlihat melelahkan.

Tapi pasti ada yang menganggap hal itu menyenangkan.

We can't deny that facts. Everyone has their taste. Just appreciate it.

Intinya, gue ingin mengingatkan bahwa semua orang belum tentu memiliki penilaian yang sama dan kita nggak bisa memaksakannya. Huh, jadi ingat teman yang ngomong ini nyolot sendiri. Hanya saja, karena gue bukan yang suka misuh-misuh ditempat gue anggap saja angin lalu, entah kenapa pas mau nulis di blog jadi keingetan.

The worst part dari tulisan ini, kemungkinan akan dirombak lagi. Tight deadline kills me right now, karena janji harus publish hari sabtu nggak mau tahu.

Masih edisi semangat #NulisAjaDulu

Pardon.


Comments

Form for Contact Page (Do not remove)