My Reaction After Finished 2Gether: The Series

If you follow me on twitter, you must know that I've always like asdfghjkl when heard boys love story. Sejujurnya, gue emang berusaha se-denial itu tentang genre romance tipe ini. Selain aneh, ada perasaan nggak nyaman ketika berpikir haruskah gue ikut nonton because everybody talk about this series.

Awalnya gue emang se-nggak mau itu untuk memulai, karena takut menormalisasi kind of the type story, which is becoming true right now. Sebenarnya gue udah kenal cerita tipe begini dari jaman masih sekolah dulu, apalagi waktu masih rutin baca fanfic. Temen gue sering banget rekomendasi cerita bergenre yaoi, bahkan ada yang nulis cerita ini juga. Tapi gue nggak siap bacanya, waktu itu. Gue berpikir aja kalau in real life gue bakal memaklumi love story kaya gini di masa depan. Di satu sisi, gue masih konservatif untuk hal-hal seperti itu.

Tapi ya namanya popularity tuh susah jika tidak kita selidiki untuk sekedar tahu ceritanya. Mulai lah tahun ini, atau pertengahan tahun lalu, I've been into thai dramas/series yang available di youtube atau netflix. This entire facility changed me after this.

Walaupun 2gether udah kelar beberapa bulan lalu (dan sequel nya di youtube masih on-going), gue ngerasa kena impactnya karena sampai rela bikin tulisan ini buat mengakui reaksi lebay gue setelah nonton series pertama bertema boys love story. Fyi, ini awal mula gue subscribe channel di GMMTV karena niatnya mau update series The Gifted: Graduation yang baru mulai on-going di negara asalnya. 

Otomatis rekomendasi video di home youtube gue berubah dong, termasuk beberapa video short clip dari 2gether: The Series. Terus ketemulah momen-momen fluttering yang nggak make sense di otak gue. Kok kayanya seru sih? Harus kuakui, gue penasaran, dan just like magic (ini karena history pencarian gue sih, pasti!), home netflix gue merekomendasikan ini, video preview nya langsung muncul gitu. Gue pencet play niat mau ke trailer eh malah ke episode 1, ya kan mau nggak mau kita lanjut (padahal bisa aja kan remove from row).

Lalu terjadinya monolog sambil mengacak-acak rambut sendiri

"Astaga kenapa gue kenapa nonton ini?"

"Eh lucu tapi"

"Eh Tine lucu juga"

"Yelah bisa aja ini komedinya, ketawa dong gue"

"Eh sumpah kok Sarawat beneran ganteng sih. Mukanya familiar banget"

"Astaga dah kelar episode 1"

"Tine kok gemesin. Sarawat juga ya ampun"

"Ih mereka flirting!"

"Mereka kenapa lokal banget ya lord"

"Yelah gue kenapa sih?"

"Kenapa gue lanjutin astaga"

"Setengahnya aja dulu deh lanjut besok"

"Eh nanggung lagi seru"

"Cringe woy tapi gemes"

"Terjebak sudahlah diri gue ini balikin nya gimana"

"BRIGHT GANTENG BANGET WOY, IRI SAMA WIN"

"YA ALLAH GUE IRI SAMA COWOK"

Itu beberapa celetukan gue pas lagi nontonin ini series. Asli sih. Capek tapi seru. It's been a while karena udah jarang banget nonton genre rom-com terus ini pertama kali nonton tipe boys love kan. Jadi bye lah. Kapan lagi sharing moment komen series terus random karena dibawa perasaan.

Post a Comment

Instagram

Journal and Tea