December Notes

Hai, semoga saat kalian membaca ini, kalian sedang dalam perasaan bahagia dan gue juga berharap kedepannya akan ada kabar kabar yang membahagiakan.


Tapi I’m so sorry december, we spoiled the truth.


2 minggu terakhir gue harus bedrest -yang nggak bedrest banget karena harus maksa kerja dan akhir tahun, tutup buku- Lalu kabar nggak mengenakan buat sekeluarga karena ditinggal Mbah Akung selamanya. Gue berusaha nulis ini di notes buat catatan. Bahwa last year is the past dan you can still doing well in the future. No more regret please.


Siang ini akhirnya gue dan adik pulang duluan, while Mama masih stay di rumah mbah karena acara pengajian masih berlangsung. Gue pulang bareng sama keluarga sepupu gue dan saat ini badan gue remuk banget karena capek aja sih turns out mental gue juga lelah secara nggak langsung. Doain mama supaya sehat terus karena tahu doi kalau sakit nggak dirasa-rasa.


December.... Mengingatkan kalau sakit jangan ditahan dan make sure untuk makan karena kalau menunda akan berkumpul menjadi penyakit baru yang kemungkinan bertahan dan sembuhnya lama. Well, noted. Intinya gue kapok nggak mau sakit lama lama sesekali ambil cuti it’s okay dan makan buah dan sayur kalau mau murah masak sendiri nggak usah sok-sok males kecuali duit kamu dah mampu beli gunung everest. Pengalaman buruk di akhir tahun ini emang ngena banget sih.


Selamat karena akhirnya berkunjung lagi ke rumah mbah 7 tahun nggak pernah ke sana. Nggak apa-apa norak dan amaze sama kemajuan di desa walaupun ya ternyata masih nggak bisa buat kaum cashless kaya gue tinggal lama di kampung. Seneng liat bukti rumah mbah yang direnovasi (karena selama ini cuma lihat di foto) dan tahu deh karena kalau lagi ngomongin rumah mbah tuh gue 100% clueless sama ceritanya.


Pagi-pagi selama 2 hari ini jalan di pinggir sawah dan itu ngangenin banget, udaranya juga beda dibandingkan sama udara di rumah yang mana pinggir kota kalian pasti relate. Terus rekor lagi nih karena sekeluarga besar (anak cucu mbah) tidur di ruang tengah, ngemper udah kaya ikan asin dijemur lol makanya gue nggak bisa tidur lama-lama. Oh iya sempet ke pasar juga sama mama lalu teringat Mbah Putri yang suka jajanin aku jajanan pasar, lol. Cucu yang lain belum tentu punya experience kaya gue soalnya.


Post a Comment

Instagram

Journal and Tea