Weekly Log #09


Minggu lalu berusaha catching up dengan blogpost yang jadwal nya berantakan, dan karena sudah mulai memasuki bulan maret juga, jadi panik. Tapi walau sudah buru-buru bikin curhatan berkedok artikel, masih belum bisa menutupi semuanya. Jadi kemungkinan kalau gue masih update ini tepat waktu, masih ada beberapa artikel yang belum di-publish sesuai waktunya.

Minggu lalu juga gue mencoba memberikan time limit di hp gue. Yep gue lagi mencoba untuk mengurangi screen time gue setelah ke-trigger habis nonton salah satu videonya Zahid Ibrahim yang gue bahas minggu sebelumnya. Nggak pakai nunda-nunda, gue langsung aplikasikan di hari selasa. So far 2 hari pertama berhasil nih, dibawah 6 jam. Btw target gue di minggu pertama diet screen time itu 6 jam, karena kalau berharap turun ke 3 jam tuh kaya unrealistis. Belum lagi gue juga masih colong-colongan buat ignore limitnya. So yeah, bismillah 6 jam.

Kita lihat notifikasinya di hari minggu apakah ada perubahan.

Nah kan gue lagi diet screen time, otomatis gue ngerasa punya waktu luang lebih banyak dong. Salah satu kegiatan yang gue lakukan setelah diet adalah kembali ke journal gue. Sekarang gue lagi mencoba bikin layout untuk Bullet Journal, masih on progress. Semoga nggak hanya sebatas bikin layout aja, alias diisi dong plis Dul kamu harus melakukannya. Selain bikin layout, gue kembali nulis manual di jurnal malam gue. Kemarin gue liat tanggal terakhir gue nulis, November 2022. UDAH LAMA BANGET KAN!

Rasanya kek membohongi publik kalau gue ini anaknya produktif padahal aku hanyalah one of couch potato di dunia. Pantesan rasanya gue selalu membuang waktu karena kenyataannya demikian. Eits tapi tidak boleh berkecil hati sayang, you can start today.

Oh iya, weekend kemarin gue ceritanya ikut ke luar kota karena ada acara keluarga. Buat gue yang anaknya homebody banget, ke luar kota tuh bisa jadi huge deal in my life. Tapi entahlah perjalanan kemarin tuh sangat tidak menggairahkan dan cuma jadi one of my day aja. Badan capek sih tapi bearable tapi nggak happy juga gitu. Untungnya sabtu sudah kembali ke rumah. One thing for sure, gue jadi lebih pengen cepat balik ke rumah soalnya ada kucing dirumah, even masih ada orang yang jaga rumah, kangen kucing nih is on another level as cat’s butler. Lol, kalian relate nggak?

Sesampainya di rumah juga, gue langsung compromise dengan ignored screen limit yang lagi gue pakai selama beberapa hari terakhir. Karena gue nggak sabar nonton docuseries terbaru Netflix yang baru aja tayang “In the Name of God: A Holy Betrayal”. Must watch yang penasaran gimana sekte-sekte koreyah ini beneran ada, real kejadian pada waktunya. Mungkin gue akan review di blogpost terpisah, tapi agak gimana gitu bahas nya soalnya ini docuseries kan ya. 

Post a Comment

A Journal and Tea