Weekly Log #10

Minggu lalu rasanya hectic banget tapi bingung apa yang dikerjain, beneran definisi sok sibuk deh kayanya awal-awal minggu lalu. As you know di weekly log sebelumnya gue sedang berusaha untuk diet screen time selama 2 minggu terakhir. Hasilnya? It works lho! Di minggu pertama doang kayanya.

Iya setelah berusaha menahan diri untuk tidak mengecek handphone, atau megang handphone sesering biasanya. Gue berhasil menurunkan screen time gue yang tadinya rata-rata di minggu ke 8 2023 (19-25 Feb 2023) bisa sampai 10 jam cuma jadi 6 jam saja di minggu berikutnya. For me, ini tuh beneran kaya hal yang harus dibiasakan segera karena jujur takut kecanduan hp terus-terusan.


Sayang di minggu berikutnya gue harus compromise sama diri sendiri soalnya ada tv show yang rentetan gitu jadwal tayangnya. You know kalau langganan netlix. Yep, it’s In The Name of God: A Holy Betrayal dan The Glory Part 2. Belum lagi 3 hari berturut-turut gue akan ikut streaming caratland. Jadi ya gue yakin banget sih ini screen time nya bakal naik lagi. Tapi nggak apa-apa namanya juga latihan nggak mesti berhasil dulu kan.

Nah gue bingung mau ngomongin kedua series yang baru tayang di netflix bulan Maret ini. Bingung nya mau dibahas di Weekly Log aja atau mau di bikin postingan sendiri yang biasa aku review-review itu lho. Sedikit spoiler aja kali ya di Weekly Log. Kalau aku niat bikin review nya mungkin akan muncul di tulisan berikutnya. Nggak janji tapi aku.

First, docuseries 8 episode berjudul In The Name God: A Holy Betrayal ini emang udah heboh bahkan sebelum tayang. Jadi sebelumnya ini series terancam bakal gagal tayang karena Providence (supporter JMS) menuntut pembatalan series ini untuk ditayangkan karena menyangkut pendiri sekte nya. Nah pengumumannya itu 2 Maret 2023, H-1 sesuai jadwal tayangnya. Untungnya ditolak pengadilan makanya kita-kita sekarang udah bisa nonton seriesnya.

Gue setelah selesai nonton ini docuseries memiliki beberapa ekspresi selama nonton: jijik, takut, marah, dan berakhir ke jijik lagi. Gue tahu dan sadar sekte itu ada, tapi semoga deh dengan ditayangin ini series kita-kita jadi lebih teredukasi untuk stay aware dan was-was dengan hal-hal begini, kudu wajib harus dihindari. Tapi sumpah selama nonton emosi gue campur aduk nontonnya, seringnya marah kalau lagi dinarasiin gimana ini sekte-sekte bekerja, tapi tar malah nangis karena dengerin POV korban. Duh udahlah kalian kalau nggak kuat nonton jangan dilanjutin.

Ok kayanya kita harus bikin review terpisah deh.

Selanjutnya, The Glory Part 2 yang tayang 10 Maret. Nggak sabar melihat kelanjutan balas dendam Moon Dong Eun apakah berhasil atau tidak. Udah banyak teori bertebaran soal drama ini. Tapi aku percaya Kim Eun Sook as writer sih doi pasti kasih ending yang memuaskan karena karakter Moon Dong Eun ini beda dari yang sudah-sudah, goals nya cuma satu, Park Yeonjin. It explain everything. Aku bakal kasih full review nya mumpung baru aja selesai. Pinky Promise!

Terakhir, 3 hari kemarin gue habis streaming fanmeeting tahunan nya Seventeen “Caratland”. Sebagai first timer dan langsung ikutan streaming 3 hari berturut-turut rasanya nano nano banget. Apalagi pas hari terakhir tanggal 13 kemarin. Petjah! Love have joining this family. Salam dari Jeon Wonwoo yang kemarin cover Attention-New Jeans! He is my ultimate bias.


I think I'll share my experience about Caratland in another post. Wait for it ya. 


2 comments

  1. Aku tunggu review The Glorynya!! Penasaran pengin tahu pendapat orang lain tentang series ini~ aku sendiri sampai marathon S2 seharian saking nggak bisa ditinggal banget drakornya, bikin penasaran banget wkwk

    ReplyDelete
  2. screen time tinggii, baterai tambah boros otomatis.
    saya perhatiin juga hp saya dua hari ini kok bolak balik ngecharge,
    namun saya sadar, tiap menit maen hp yang bikin baterai boros

    ReplyDelete

A Journal and Tea