Review Film: Kill Boksoon (2023)

Random banget nonton ini karena masuk rekomendasi di email, mencoba melepas kantuk, auto klik dan awalnya nggak bereskspetasi sama ceritanya, turns out seru juga. Rekomen untuk ditonton jika kalian sedang mencari film bertema action tapi ada sentuhan violent nya yang menurut gue masih tergolong, bearable untuk ditonton.


SYNOPSIS BY ME

Gil Boksoon bekerja sebagai pembunuh bayaran dengan jabatan level tertinggi di perusahaan nya, For her, killing people is an easy job. Tapi percaya nggak kalau dirumah dia hanyalah ibu biasa yang mencoba mengurus anak perempuan satu-satunya dengan sebaik mungkin. Well, she is trying her best. Everything is fine until waktunya perpanjang kontrak, Bok Soon harus berurusan on serious mode with her boss, Cha Min Kyu. She knows that doi nggak bakal dilepasin begitu aja. So kamu bisa bayangin the next scene nya kaya apa?


MOVIE REVIEW

Gue nggak expect Bok Soon yang literally fine jadi assassin as her job punya latar belakang yang beyond explanation. Entah ya, tapi scene ini paling memorable diantara scene-scene lainnya. Dan itu ada diakhir cerita, haha. *spoiler alert*

Awalnya sih biasa ya, perkenalan karakter Bok Soon dan orang orang di sekelilingnya, like hubungan doi sebagai ibu dan anak perempuannya yang menyimpan rahasia yang nggak ingin diungkapkan, typical anak lagi puber lah you know. Ya walaupun rahasia anaknya lumayan bikin mikir keras Bok Soon later on, harus gimana sikapnya sebagai ibu yang baik dan suportif gitu.

Juga hubungan Bok Soon dengan orang-orang di perusahaan-nya. Karena notabene-nya ini perusahaan yang menyediakan pembunuh bayaran ya, otomatis kolega-kolega di kantor Bok Soon otomatis punya jobdesk yang sama, walau ternyata mereka punya level yang berbeda-beda dan Bok Soon ini on top list gitu lho. Ini terlihat gimana Bok Soon seterkenal itu waktu dikenalin pas lagi kelas trainee. The way Jeon Doyeon expressed betapa chill nya Bok Soon as an assassin keren sih kata gue. Auto lupa dia seumuran nyokap, lol.

Kita juga bakal diperlihatkan gimana Bok Soon melakukan pekerjaan-nya, not satisfied enough actually. Apalagi yang part ngobrol sama Hwang Jung Min yang berperan jadi mafia jepang gitu, kurang greget kalau kata gue, hiks. Mungkin scene ini juga yang ngebantu kita buat understand how actually Bok Soon feeling, doi mulai males ngerjain pekerjaannya. Udah ada rencana pengen pensiun aja gitu kayanya.

Nah, tapi kehalang nih rencana dia karena bosnya, Cha Min Kyu, pasti nggak bakal ngijinin dia pensiun dini begitu aja. Yaiyalah, karyawan yang kerjanya bagus kan emang akan selalu jadi aset perusahaan ya, apalagi yang modelan kek Bok Soon ini cetakannya nggak ada. Cari caralah Cha Min Kyu dengan nge-test Bok Soon. Dan kamu bisa tebak gimana kedua pendapat karakter ini beneran un-matched sampai akhir.

Tapi sebenernya Cha Min Kyu ini udah bersedia ngelepasin Bok Soon lho, karena Bok Soon melanggar aturan perusahaan. Nah sayangnya at the same time, adiknya Cha Min Kyu yang juga punya jabatan tinggi diperusahaannya, Cha Min Hee ikutan berulah dan bikin kesel Bok Soon. Jadilah flop itu perjanjian diantara keduanya, jadi bisa kamu bayangkan solusi untuk yang mengalah siapa?

Don’t forget cerita Bok Soon dan anaknya yang berujung nggak kalah complicated karena si anak, Gil Jae Young mencoba membunuh temannya sendiri. Nggak bisa berword-word si Bok Soon (samaan kayanya gue juga bakal demikian) pas tahu, tapi doi mencoba chill dan mendengarkan POV anaknya, indeed she tried her best. Yang mana akan terungkap rahasia anaknya itu apa. Dan saling jujur-jujuran mereka akhirnya.

Oh, kembali pada scene favoritku itu menjelang akhir dan inilah alasan kenapa Bok Soon bisa direkrut sama Cha Min Kyu, merinding ih kalau tahu.

Overall, not good but not bad juga sih filmnya. Kalau ada waktu senggang mungkin boleh dicoba ditonton.

DETAILS

Title: Kill Boksoon
Country: South Korea
Available on: Netflix
Rating: 18+
Star Review by me: ★★★

Post a Comment

A Journal and Tea