Review Film: Little Forest (2018)

Sedang bingung mau nonton apa karena nggak tahu jadi sekedar browsing dan menemukan poster dan judul yang menarik. Yep, “Little Forest” sukses menarik perhatian gue despite nggak baca sinopsis atau nonton trailer sebelumnya. So here my review about the movie.


SYNOPSIS BY ME

Hyewon merasa lelah dengan kehidupan nya pasca lulus kuliah dan sedang dalam proses ujian settifikasi yang belum juga berhasil. Ia pun memutuskan untuk kembali ke kampung halamannya untuk sekedar makan karena muak dengan makanan instan yang ada di Seoul. Di kampung halamannya ia kembali bertemu dengan teman sekolahnya dan kenyamanan yang berbeda dibanding ketika di Seoul.


MOVIE REVIEW

I think it was the right choice, karena tiba-tiba memutuskan untuk nonton film ini tanpa tahu ceritanya tentang apa. Langsung tertarik karena ngelihat posternya dan tahu aktor-aktrisnya. Cus nonton. Dan benar aja, nggak kecewa dan ngerasa healing at some point karena rasanya rindang banget.

Buat sebagian orang mungkin akan menganggap film ini membosankan, but not for me. Intro yang dimulai dengan keputusan Hyewon kembali ke kampung halamannya malam-malam untuk makan itu udah bagus. It’s such a homey vibes. Ada feel yang relate karena makanan rumah seenak itu. Apalagi POV nya Hyewon sebagai anak rantau yang nggak betah buat bertahan hidup di Seoul.

So how she start her story. Dimulai ketika beberapa hari pertama ia menghabiskan persediaan makanan dirumahnya. Berharap akan segera kembali ke Seoul. Nggak deng, bibinya ternyata mengetahui keberadaannya lewat cerobong asap. Alhasil malah dibawain banyak side dish. Oh jangan lupakan kedatangan Eun Sook dan Jae Ha yang meledek sekaligus menghibur Hyewon yang baru kabur dari Seoul.

Somehow, gue ngerasa relate sama alasan Hyewon yang memutuskan untuk kembali ke kampung halamannya. It such a beautiful feeling karena bisa dilihatin POV gimana slow living di desa tuh nggak berarti semua nya jadi lebih lama. Tapi lebih ke fokus untuk waktu diri sendiri yang dihabisin buat masak, berkebun atau bercocok tanam. It’s such healing moment nontonnya.

Untuk yang emang hidup di wilayah perkotaan, nonton film ini tuh lumayan buat refresh seandainya kalian belum sempat punya waktu buat healing trip. 2 jam di weekend boleh banget nonton ini film. Auto laper dan jadi pengen masak sendiri.Ah, mungkin ini salah satu hal juga yang membuat gue bertahan untuk nonton sampai akhir. Resep-resepnya yang cukup mudah untuk dipraktekkan saat dirumah. So far udah coba bikin pasta sama sujebi nya gegara kena effect little forest ini.

Bahkan gue baru tahu belakangan kalau ada versi jepang nya yang nggak kalah bagus, dan green vibes daerah nya juga bagus. Bedanya yang jepang jadi 2 film untuk 4 season. While versi korea ini digabung langsung jadi 4 season.

DETAILS

Title: Little Forest
Country: South Korea
Available on: Youtube
Rating: 15+
Star Review by me: ★★★★★

Post a Comment

ABOUT

My name is Anita, I'm 23 years old and lived in Jakarta, Indonesia. Based on Myers Briggs, I'm one of INFJ character type, which is related, almost everything.

SEARCH

ARCHIVE

Journal and Tea